Bekerja dengan Kami
 
Perubahan Konsumsi Media
25 May 2019

Perkembangan internet yang dipengaruhi oleh pertumbuhan pengguna smartphone yang sangat tinggi, yang 125% lebih tinggi dari tahun 2013, telah menjadikan internet sebagai pola baru konsumsi media bagi masyarakat saat ini. Saat ini, 79% pengguna internet mengakses internet melalui smartphone. Informasi ini menunjukkan bahwa semua generasi telah menggunakan internet karena penetrasi internet terus tumbuh di semua kelompok umur. “Penetrasi tertinggi ditemukan di Millennials dan Generation Z dengan penetrasi masing-masing 58% dan 50%. Sedangkan Generasi X adalah 33% dan Baby Boomers adalah 9% ”(Fajar, 2019).

 

Total populasi Indonesia adalah 265 juta dengan 63 juta dianggap sebagai milenial (orang-orang berusia 20 hingga 35 tahun). Sejauh ini, televisi dan media digital masih merupakan media yang paling efektif untuk mencapai milenium. Konsumen Indonesia sekarang menghabiskan rata-rata 5 jam setiap hari untuk mengkonsumsi konten, baik melalui media konvensional maupun internet. Studi Nielsen pada tahun 2018 menunjukkan bahwa meskipun durasi menonton TV masih yang tertinggi, sekitar 4 jam 53 menit per hari, durasi mengakses internet adalah yang tertinggi kedua dengan rata-rata 3 jam 14 menit per hari; diikuti dengan mendengarkan radio (2 jam 11 menit), membaca koran (31 menit), dan membaca majalah (24 menit).

 

Menurut IDNTimes, ada lebih dari 10 merek majalah di Indonesia yang tidak dicetak, yang menunjukkan perubahan dalam pola konsumsi media (2019). Keberadaan platform berita online dan agregator berita telah menggantikan peran media tradisional. Statistik menunjukkan 70,4 persen milenium mengakses media digital untuk mengetahui informasi terbaru. Faktor utama adalah karena aksesibilitas, kemungkinan multi-tasking, dan kecepatan informasi. Kesederhanaan Internet ini mampu memotong berbagai prosedur berita secara efektif dan efisien. Sebelumnya, orang perlu mencari halaman utama surat kabar atau menonton televisi untuk mendapatkan berita terbaru. Namun, milenium sekarang lebih suka platform berita online atau agregator berita seperti LINE Today karena platform online ini menyediakan informasi tidak hanya secara tertulis, tetapi juga dalam video, audio dan grafik (Wicaksono, 2019).

 

Berdasarkan survei Nielsen Cross-Platform pada 2017, dibandingkan dengan 2015, ada peningkatan akses internet di hampir semua tempat; termasuk transportasi umum (53%), tempat makan (51%), bahkan di konser (24%). Peningkatan juga terjadi untuk akses internet dari rumah dan tempat kerja. Ini dapat disebabkan oleh akses yang mudah melalui telepon seluler, serta ketersediaan wi-fi di tempat umum. Meningkatnya konsumsi internet membuat kebiasaan dua layar antara media digital dan media konvensional menjadi hal yang biasa. Di sisi lain, pengukuran yang tepat dari pemirsa kini menjadi lebih kompleks karena tingginya persentase duplikasi antara konsumsi media konvensional dan digital.

 

“Ada setidaknya 50% duplikasi antara TV vs Digital, 62% duplikasi di Radio vs Digital, sedangkan duplikasi Media Cetak dan Digital mencapai 72%” (Nielsen Study [2018] via Fajar, 2019).

 

 

Ini menjadi tantangan bagi para pemain industri untuk mendapatkan pengukuran yang tepat tanpa menduplikasi antara media konvensional dan media digital. Tantangan-tantangan ini termasuk konten terkait dan iklan yang dikonsumsi melalui media konvensional dan digital. Namun, pemain industri sekarang dapat mengukur menonton di media konvensional dan media digital lebih mudah. Salah satu contoh adalah bagaimana Nielsen Total Pemirsa menawarkan pengukuran yang solid dari Penilaian Iklan Digital, Penilaian Iklan Total, Penilaian Konten Digital, dan Penilaian Total Konten.

 

Peringkat Iklan Digital adalah solusi untuk menentukan audiens unik yang terpapar iklan online melalui beberapa platform yang berbeda, dan untuk mengukur Audiensi Sesuai Target dari kampanye iklan tersebut. Persentase Sesuai Target adalah jumlah tayangan yang disajikan kepada audiens target utama dengan total tayangan yang disajikan saat kampanye iklan digital berlangsung. Dengan Total Iklan Ratings (TAR), pengiklan dapat mengukur pemirsa yang melihat kampanye baik dari TV dan digital secara lebih luas dan tanpa duplikasi. Sementara Peringkat Konten Digital menawarkan rincian profil audiens, seperti jenis kelamin, usia, dan platform yang mereka gunakan untuk menonton kampanye (Fajar, 2019).

 

Dari berbagai temuan, dapat disimpulkan bahwa peran media digital semakin melengkapi strategi komunikasi. "Di satu sisi, peran media konvensional, terutama TV, masih dominan dalam memberikan audiens yang signifikan. Kemudian, media digital memiliki kelebihan lain seperti dalam hal keterlibatan audiens untuk segmen yang lebih muda," kata Direktur Eksekutif Nielsen Media Hellen Katherina (via Fajar, 2019). Selain era pergeseran konsumsi media, Digital Out-Of-Home kemudian menjadi media yang paling relevan bagi konsumen karena merupakan media yang menghubungkan offline ke online, sebuah pengingat konstan. Melalui DOOH, konsumen bisa mendapatkan akses informasi dan hiburan yang lebih mudah di manapun dan kapanpun.

 

 

 

Referensi:

Wicaksono, B. (19 Januari 2019) IDN Times. IMR 2019: 5 Fakta Perubahan Pola Konsumsi Media Milenial. Diperoleh dari https://www.idntimes.com/tech/trend/bayu/survei-ims-2019-5-fakta-perubahan-pola-konsumsi-media-millennial/full

Fajar, T. (5 Maret 2019). Okezone. Studi Nielsen: Pemirsa Indonesia Habiskan 5 Jam Nonton TV, 3 Jam Berselancar di Internet. Diperoleh dari https://economy.okezone.com/read/2019/03/05/320/2025987/studi-nielsen-pemirsa-indonesia-habiskan-5-jam-nonton-tv-3-jam-berselancar-di- internet? halaman =

Micom, R. (26 Juli 2017). Media Indonesia. Survei Nielsen: Masyarakat Indonesia Makin Gemar Internetan. Diperoleh dari https://mediaindonesia.com/read/detail/114722-survei-nielsen-masyarakat-indonesia-makin-

BERITA & PEMBARUAN LAINNYA